Tindakan Perselingkuhan yang Menjadikan Boomerang

Berita18 Dilihat

JurnalPost.com – Beberapa berita ataupun cerita tentang perselingkuhan sudah saya lihat dan saya dengar. Tak heran bahwa yang melatarbelakangi dari kejadian ini bermula dari perselingkuhan yang juga bisa mengakibatkan pembunuhan. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi di berbagai kalangan dan ini dapat terjadi pada remaja maupun hubungan pernikahan. Perselingkuhan ini biasanya diawali dengan persoalan ataupun masalah yang terjadi di dalam suatu hubungan yang cenderung beralasan karena adanya rasa tidak nyaman, rasa bosan maupun adanya suatu kekurangan atau hal yang tidak didapatkan pada pasangannya, bisa juga karena ingin mencari suatu hal yang baru.

Selain itu, pemicu lainnya diawali karena adanya keakraban dan kebersamaan dengan orang lain yang terus menerus sehingga terbentuk semacam “chemistry” dan dari hal itulah muncul perasaan rindu dan biasanya memancing untuk berkomunikasi yang lebih intensif. Tak hanya persoalan hati atau batin, perselingkuhan juga bisa terjadi karena persoalan fisik. Salah satu contoh perselingkuhan yaitu dapat dilihat dari kasus Virgoun dan Inara Rusli (4/5/2023), ketika Virgoun ketahuan menjalin hubungan dengan wanita lain, Virgoun melayangkan gugatan cerainya ke Pengadilan Agama Jakarta Barat, perceraian ini dilakukan karena tidak mau terjadi adanya konflik juga demi kemajuan dan perkembangan anak-anaknya.

Perselingkuhan yang terjadi terus menerus dalam seseorang juga dapat dikatakan bahwa sudah menjadi sifat ataupun “habit” yang sulit untuk dihilangkan. Hal inilah yang mengakibatkan retaknya suatu hubungan. Adanya orang ketiga yang dapat masuk dalam suatu hubungan karena kurangnya kontrol diri dan rasa kurang cukup terhadap pasangan. Terkadang menganggap bahwa seolah-olah merupakan hal yang wajar jika berdekatan dengan lawan jenis selain pasangan, namun tanpa disadari hal itulah yang memicu awal terjadinya perselingkuhan. Seseorang yang diselingkuhi pasti merasa dirinya kurang dihargai dan mulai merasa kurangnya penerimaan pada diri sendiri.

Baca Juga  Upacara Hari Guru Nasional 2023 di Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep

Terkadang saat perselingkuhan sudah diketahui oleh pasangannya atau saat berada pada situasi yang sulit dan terlihat cemas, seseorang akan melakukan berbagai cara untuk melindungi diri atas tuduhan dari pasangan, selalu tidak mau disalahkan atas perbuatan tersebut dan menganggap bahwa hal tersebut dilakukan secara tidak sengaja. Tidak adanya rasa tanggung jawab atau merasa bersalah kepada pasangan. Salah satu contoh kasus yang diawali dari perselingkuhan dan mengakibatkan pembunuhan yaitu kasus yang terjadi pada (25/10/2023) di Boro, Selorejo, Blitar. Seorang suami yang menghabisi seorang pria yang diyakini adalah selingkuhan dari istrinya. Penyelidikan langsung dilakukan dan mengarah kepada tersangka. Ia mengaku cemburu karena istrinya dianggap berselingkuh dengan pria lain. Hal itu, pastinya memicu konflik ataupun perselisihan antar pasangan sehingga juga dapat mengakibatkan kekerasan ataupun penganiayaan. Dampak lain yang terjadi yaitu pembunuhan. Perbuatan itu tentunya diawali saat sudah memendam rasa sakit yang berlebih, tidak bisa mengontrol amarah dan hal itu tidak dapat dihindari sehingga menimbulkan terjadi pembunuhan.

Akibat lain dari perselingkuhan pasti rusaknya hubungan antar keduanya. Tak jarang juga, seseorang menjadi bingung untuk menentukan pilihan untuk ke depan karena banyak hal yang dapat menjadi pertimbangan. Korban dari perselingkuhan berpotensi mengalami gangguan kesehatan fisik maupun psikis seperti merasa rendah diri, menurunnya kepercayaan diri, mengalami trauma, merasa cemas ketika teringat kejadian yang sudah lalu, menjadi sensitif terhadap hal-hal kecil, meningkatnya depresi yang merupakan kondisi pada mental seseorang terganggu, menurunnya pola makan, kualitas tidur menjadi terganggu aktivitas menjadi terganggu karena adanya kesedihan secara terus-menerus, rasa kekosongan dan menjadi tidak berenergi.

Namun, dari perbuatan perselingkuhan banyak juga yang tetap mempertahankan hubungannya karena beberapa alasan. Seperti merasa pasangannya akan berubah dan tidak mengulangi kesalahan, menganggap bahwa tidak memiliki keberanian untuk memutuskan suatu hubungan, malas jika harus memulai hubungan dengan orang yang baru, adanya investasi keuangan, adanya rasa perjuangan ataupun pengorbanan dengan menganggap bahwa jika hubungan diakhiri akan menjadi sia-sia (toleransi besar dari hati), bingung untuk melanjutkan kehidupan karena belum terbiasa dengan perpisahan, merasa tidak punya pilihan lain, takut menjadi bahan gosip dan bisa juga karena adanya anak juga cinta yang besar dan rasa nyaman.

Baca Juga  3.603 Narapidana di Sumbar Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

Penulis : Jessica Amanda Putri
Universitas Muhammadiyah Malang

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *