Tim KKN UNS Buat Booklet Guna Dukung BUMDes di Desa Keden, Klaten

Penyerahan booklet ke Pemerintah Desa Keden

JurnalPost.com – Tim KKN UNS Kelompok 60 tahun 2024 membuat booklet guna mendukung perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Keden, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

Pembuatan booklet BUMDes ini menjadi program penunjang yang diusung oleh Tim KKN Kelompok 60 periode 16 Januari – 5 Maret 2024 di Desa Keden di luar program utamanya yaitu digitalisasi UMKM.

Booklet dengan judul “Pemberdayaan Tata Kelola Administrasi Hukum serta Strategi Pengembangan Peran BUMDes di Desa Keden” tersebut diserahkan kepada Kepala Desa Keden pada Selasa (5/3/2024).

“Terima kasih, ini lengkap sekali mulai dari pengertian, dasar hukum, dan lain-lain”, ujar Agit Adhetya Putra selaku Kepala Desa Keden.

Pembuatan booklet ini dilatarbelakangi karena kurang maksimalnya keberjalanan BUMDes di Desa Keden meskipun telah berdiri dari tahun 2016 melalui Peraturan Desa Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pendirian BUMDes.

Salah satu masalah utamanya adalah BUMDes di Desa Keden belum memiliki badan hukum karena draft AD ART yang belum disahkan.

Tim KKN UNS kemudian menggandeng pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Klaten, Fery Adiatmaja, untuk dijadikan narasumber menanggapi permasalahan ini.

Ia menjelaskan bahwa sebetulnya pendirian BUMDes itu cukup dengan peraturan desa dan SK pendirian. Hal itu sudah bisa dikatakan sebagai badan hukum yang sah.

“Akan tetapi, kalo berbicara soal badan hukum, maka kita akan berbicara soal legalitas. Legalitas dari BUMDes itu untuk diakui oleh Kemendes (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi)”, jelas Fery.

Fery melanjutkan, dengan diakuinya BUMDes, maka akan memberikan beberapa keuntungan. Salah satunya akan dijadikan sebagai prioritas mendapatkan kucuran dana dari pusat bagi BUMDes yang sudah berbadan hukum atau minimal sudah mendaftarkan untuk memiliki badan hukum.

Baca Juga  PPSDM Migas Improve Knowledge dan Kompetensi Operator Produksi Migas

Keuntungan lainnya adalah akan lebih dipercaya oleh pihak swasta untuk menyetorkan modal.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Tim KKN Kelompok 60, Dr. Evi Gravitiani, S.E., M. SI pun turut menjadi narasumber dalam pembuatan booklet ini.

Evi berpesan bahwa penting untuk menyatukan seluruh unit usaha di Desa Keden di bawah BUMDes sebagai salah satu langkah penting dalam perkembangan BUMDes kedepannya. Apalagi mengingat bahwa potensi terbesar di Desa Keden adalah unit usaha atau UMKM.

“Semua badan usaha di desa itu tidak berdiri sendiri tetapi langsung dibawahi oleh BUMDes. Itu akan lebih tertata”, ujarnya.

Tim KKN UNS Kelompok 60 yang beranggotakan Aziz Yudha Aulia, Erlangga Aria Pratama, Farhan Fatchurahman, Emilia Prahara Sukma, Anindya Bellashatri, Muthia Alya Rahmawati, Aqil Syahru Akram, dan Adilah Tamhid Rosyida pun merangkum permasalahan dan tanggapan dari narasumber ini ke dalam booklet.

“Insyaallah (booklet) nanti berguna sebagai pegangan BUMDes untuk memajukan Desa Keden melalui BUMDes swadaya”, pungkas Agit.

Oleh: Muthia Alya Rahmawati

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *