Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental bagi generasi Z di Indonesia!

JurnalPost.com – Kesehatan mental menjadi sebuah hal yang sangat penting dan harus kita perhatikan. Saat ini, banyak generasi Z di Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan mental. Generasi Z merupakan generasi yang saat ini sedang berada di fase remaja mereka masih memiliki emosi yang tidak stabil. Masa remaja sering dianggap sebagai masa yang penuh dengan tekanan, tuntutan, dan masalah dalam tahapnya. Konflik-konflik yang terjadi pada masa remaja ini dapat memberikan tekanan pada kondisi psikis mereka yang bisa menyebabkan stres dan cemas, jika mereka tidak bisa menangani konflik pada diri mereka dengan baik, hal itu dapat menyebabkan depresi (Savira Rini & Pranaz Neshia, 2021).

Generasi Z mengalami tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Beban akademik, tekanan dalam hubungan sosial, dan ketidakpastian masa depan adalah beberapa faktor yang dapat memicu terhadap kesehatan mental. Mereka dilahirkan dimana kemajuan teknologi berperan penting dalam kehidupan. Perkembangan teknologi yang cepat dan akses mudah terhadap informasi telah memberikan dampak besar pada kehidupan mereka.

Meskipun teknologi memiliki manfaat yang besar, penggunaan berlebihan dan ketergantungan pada perangkat elektronik dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.. Mereka sering mengalami kesulitan untuk memisahkan diri dari perangkat digital, mengalami gangguan tidur, dan mengalami kecanduan. Penggunaan media sosial yang berlebihan juga dapat menyebabkan kurangnya kepercayaan diri, merasa kesepihan dan terisolasi. Interaksi sosial yang terbatas juga dapat menyebabkan perasaan terasing dan kehilangan koneksi sosial yang mendalam.

Gangguan kesehatan mental dapat terjadi kepada siapa saja. Kondisi tersebut dapat terjadi karena berbagai faktor mulai dari pelecehan seksual, trauma, faktor ekonomi, gaya hidup tidak sehat dan masih banyak yang lainnya. Faktor lingkungan juga dapat menyebabkan seseorang terkena depresi, lingkungan yang toxic seperti pertengkaran keluarga, bullying dapat menyebabkan anak tersebut rentan terkena depresi (Rabasco et al, 2021). Pengaruh bullying terhadap kesehatan mental ini biasanya dialami oleh korban dalam jangka waktu panjang. Karena emosi negatif berkepanjangan yang dirasakan oleh korban dan bisa membuat mereka menderita kecemasan, depresi, hingga gangguan stres pasca-trauma.

Baca Juga  Raih Rp15 Triliun, Film Barbie Pecahkan Rekor Wonder Woman
Kasus bunuh diri satu keluarga di Jakarta. Foto : Alfian Yusni / Lombok Post

Saat ini, banyak beredar berita terkait dengan kasus bunuh diri yang terjadi di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa kesehatan mental menjadi hal yang sangat penting dan harus kita perhatikan, jika tidak maka akan dapat menyebabkan kematian. Saat ini bunuh diri merupakan permasalahan yang sangat kompleks. Aksi bunuh diri tak mengenal status sosial seseorang. Mulai dari laki-laki atau wanita, tua-muda, masyarakat hingga para selebritas dapat melakukannya. Alasannya pun juga beragam, mulai dari masalah keluarga, tekanan hidup, pekerjaan, terlilit utang, hingga terkait penyakit yang tidak kunjung sembuh. Ketidakmampuan orang dalam menghadapi konflik di kehidupannya dapat mendorong orang pada titik putus asa dengan hidupnya sendiri. Saat merasa putus asa, mereka akan berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Oleh karena itu, kesehatan mental menjadi masalah yang sangat serius di kalangan masyarakat khsusunya Generasi Z. Banyak dari mereka yang menganggap remeh dan tidak mencari bantuan profesional karena takut dianggap lemah atau dikucilkan oleh temannya. Hal ini menyebabkan banyak individu yang mengalami kesulitan dalam mengatasi masalah kesehatan mental, dan dalam beberapa kasus, terakhir mengalami peningkatan angka depresi, kecemasan, dan bunuh diri.

Untuk mengatasi masalah ini, generasi Z perlu melibatkan diri mereka untuk menjaga kesehatan mental. Mereka perlu untuk mengakui dan memahami bahwa kesehatan mental itu penting dan harus diperhatikan. Menjaga keseimbangan antara waktu online dan offline serta menyadari dampak negatif media sosial dapat membantu mengurangi tekanan yang dirasakan.

Selain itu, generasi Z juga harus mengetahui pentingnya self-care. Melakukan relaksasi, menjaga pola tidur, berpartisipasi dalam kegiatan, dan mengembangkan minat dan hobi dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. Generasi Z juga harus memahami bahwa meminta bantuan itu penting. Berbicara dengan teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan.

Baca Juga  Awasi dan Cegah Cyberbullying Pada Anak!

Penulis: Ardiawan Rangga, Mahasiswa UNTAG Surabaya

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *