Nilai Pandang Masyarakat Terhadap Perempuan yang Merokok

Oleh : Rully Nur Septiana Embisa (Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi, IPB University)

JurnalPost.com – Di zaman yang semakin maju sekarang ini, bahkan dalam kehidupan sehari-hari sering sekali banyak menjumpai orang-orang yang merokok, baik itu di rumah, di jalan, dan di tempat umum sekalipun. Rokok adalah suatu barang yang tidak asing lagi bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Merokok menjadi pro dan kontra dikalangan masyarakat. Sebagian individu memandang perilaku merokok lebih banyak memberi kerugian daripada keuntungan. Perilaku merokok mulai dari anak-anak hingga dewasa yang pernah merokok sudah sangat marak ditemui di lingkungan umum. Perilaku merokok dipandang tidak baik, dikarenakan dampak negatif yang ditimbulkan.

Kesehatan menjadi salah satu faktor terpenting dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu yang dapat mengakibatkan kesehatan memburuk adalah merokok. Merokok menurut pandangan masyarakat, merupakan produk yang dianggap berbahaya dan menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Dampak negatif dari aktivitas merokok di Indonesia dianggap sebagai kebiasaan buruk.

Perokok sadar akan efek negatif dari merokok, tetapi tidak peduli jika diingatkan akan ancaman yang dapat menyiksa untuk waktu yang lama bahkan dapat merenggut nyawanya. Hal tersebut disebabkan pengaruh nikotin, dan pemahaman tentang dampak merokok terhadap kesehatan masih kurang, dan dampak merokok memiliki efek jangka panjang yang tidak langsung dirasakan. Akibatnya, perilaku merokok tetap ada dan tampaknya menjadi perilaku yang masih bisa ditolerir oleh masyarakat.

Maraknya fenomena perempuan yang merokok di masyarakat, tentunya menjadi pertanyaan besar bagi kita semua, mengingat masyarakat hidup di Indonesia yang menganut adat ke-timur- an. Merokok untuk perempuan, bagi sebagian masyarakat Indonesia masih merupakan hal yang tabu, meskipun sebenarnya sejak dahulu kebiasaan menghisap rokok tidak hanya dilakoni oleh kaum pria saja. Bagi laki-laki, merokok memang sudah menjadi gaya hidup dan merupakan hal yang biasa untuk dilakukan, namun untuk perokok perempuan yang diprediksi angkanya selalu bertambah setiap tahunnya walaupun dianggap bukan hal yang biasa dan kerap diyakini sebagai orang-orang yang menentang norma masyarakat. Kebiasaan merokok pada umumnya dilakukan oleh kaum pria dan menjadi hal yang wajar bagi masyarakat umum, namun saat ini kaum perempuan pun tak luput dari perilaku merokok, baik secara terbuka maupun tertutup.

Baca Juga  Mahasiswa Manajemen Hutan IPB University Melakukan Penyuluhan di MA Al Ghazaly

Sebagian masyarakat berasumsi bahwa ketika perempuan merokok, nilai moral individu perempuan akan menurun. penilaian negatif masyarakat terhadap perempuan yang merokok bermula dari tindakannya yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Perempuan diharapkan berperilaku patuh, feminin, tidak agresif, dan sesuai dengan gender. Beberapa orang beranggapan bahwa perempuan berhak merokok, namun pada kenyataannya hal itu pun ditentang oleh banyak masyarakat serta orang tua jaman dahulu. Bagi masyarakat, perempuan yang merokok sangat tidak patut untuk ditiru karena hal tersebut dapat mengakibatkan nilai citra bagi seorang perempuan menjadi jelek di pandangan masyarakat.

Adapun faktor yang mengakibatkan perempuan dapat merokok karena ingin terlihat keren dan di anggap eksistensinya oleh masyarakat adapun juga diakibatkan stress dengan adanya masalah dalam kehidupan atau bisa juga disebut sebagai istilah broken home. Namun ternyata, perempuan merokok bukan tanpa alasan tersebut saja melainkan yang menjadi faktor utamanya adalah terjerumus ke dalam pergaulan atau lingkungan yang kurang baik sehingga menimbulkan keingintahuan dan tekanan yang dilakukan oleh teman untuk merokok.

Perempuan perokok juga sangat dimungkinkan berdampak pada kesehatan juga dapat berdampak negatif pada masyarakat. Di mata masyarakat luas eksistensi perempuan merokok pun sering dipandang negatif dianggap sebagai perempuan nakal, bebas, tidak beretika, melanggar budaya timur, dan melanggar aturan agama. Dimana merokok dianggap sebagai perbuatan yang melanggar dikarenakan bahwa tindakan merokok tidak memiliki aturan berpikir yang kuat, karena di dalam masyarakat banyak sekali norma yang berkembang seperti; norma agama, norma etika, norma budaya, dan norma hukum.

Dilihat dari sudut pandang agama bahwa perempuan yang merokok sangat tidak baik, karena perempuan diwajibkan untuk menjaga kehormatan dirinya dan orang-orang disekitarnya, sedangkan perempuan perokok akan dipandang rendah karena dari seorang wanitalah akan terlahir seorang bayi atau bakal calon manusia, jadi seorang perempuan hendaknya menjauhi yang namanya rokok.

Baca Juga  Penyelenggaraan Sosialisasi Terkait Izin Usaha UMK di Kedai Es Coklat Harga Mati

Pengaruh merokok bagi perempuan yang sedang hamil rupanya juga dapat meningkatkan risiko keguguran pada janin. Yang dimana, bahan kimia di dalam rokok dapat masuk dan mengalir ke aliran darah ibu hamil dan janin. Hal ini akan mengganggu perkembangan janin, kelainan genetik, cacat, dan bisa berujung pada keguguran.

Penting untuk diingat bahwa berhenti merokok adalah proses yang individual. Dengan adanya permasalah yang terjadi pada perempuan yang merokok, banyak dampak negatif yang memungkinkan terjadi selain melanggar norma, hukum, dan etika juga merusak citra nama perempuan yang di nilai buruk serta dapat membahayakan kesehatan pada ibu hamil. Dalam mengatasi kebiasaan merokok pada perempuan bisa menjadi tantangan, tetapi ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu perempuan berhenti merokok, yaitu dengan dorongan motivasi pribadi, menerapkan gaya hidup sehat, serta adanya dukungan sosial.

Untuk itu diperlukannya manajemen stres yang baik, terbukanya sebuah pemikiran dan edukasi yang dimiliki untuk menjadi dasar sehingga banyak perempuan yang dapat memahami buruknya mengkonsumsi rokok. Tentunya hal ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental dan juga perilakunya. Sehingga kondisi lingkungan diharapkan dapat membantu para perempuan untuk tidak ikut mengkonsumsi rokok.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *