MEMBANGUN MASYARAKAT BELAJAR | Jurnalpost

Oleh: Amy Miftakhul Jannah Umardi, Universitas Muhammadiyah Malang

JurnalPost.com – Membangun masyarakat belajar adalah konsep yang paling penting dalam perkembangan individu dan masyarakat. Membangun masyarakat belajar mengacu pada upaya untuk menciptakan lingkungan dimana individu dan kelompok dalam masyarakat aktif terlibat dalam pembelajaran sepanjang waktu. Membangun masyarakat belajar bertujuan untuk menciptakan lingkungan di mana belajar adalah suatu norma, yang meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas hidup anggota masyarakat, serta mendukung perkembangan komunitas secara keseluruhan. Dalam rangka membangun masyarakat belajar yang sukses, diperlukan dukungan dari lembaga-lembaga pendidikan, pemerintahan, dan masyarakat itu sendiri untuk mempromosikan budaya belajar yang positif dan inklusif. Karena jika hanya mengandalkan sekolah saja, itu tidak akan bisa membangun masyarakat belajar. Sekolah juga cenderung menyimpang bagi berkembangnya penyakit ijazah. Masyarakat menjadi tidak kreatif dan bergantung pada ijazah sekolah untuk dapat sukses dalam kehidupan atau mendapat pekerjaan. Strategi pendidikan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah membangun masyarakat belajar sepanjang hidup.

Pengembangan masyarakat belajar sepanjang hidup tidak hanya untuk anak kecil saja, tetapi berlaku untuk semua orang. Belajar sepanjang hidup merupakan asas pendidikan yang cocok bagi masyarakat yang hidup dalam dunia transformasi dan informasi, yaitu masyarakat modern. Masyarakat harus bisa menyesuaikan dirinya secara terus menerus dengan situasi yang baru. Dengan mengikutinya situasi yang baru atau biasa di sebut dengan perkembangan zaman, masyarakat mampu untuk beradaptasi dengan teknologi baru dan memahami cara menggunakannya. Teknologi dapat mempengaruhi cara masyarakat bekerja, berkomunikasi, belajar, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Kemampuan untuk mengikuti perkembangan zaman merupakan elemen kunci dalam memastikan masyarakat tetap relevan, terinformasi, dan efektif dalam dunia yang terus berubah. Itu juga membantu individu untuk berperan aktif dalam perkembangan masyarakat dan membentuk masa depan masyarakat.

Baca Juga  Universitas Airlangga Gagas Revolusi Etika Digital melalui Komunitas Cak Edi di Banyuwangi

PERAN PENDIDIKAN NON FORMAL
Pengembangan masyarakat belajar juga tidak hanya terbatas pada pendidikan formal dalam lembaga pendidikan di sekolah, perguruan tinggi, bisa juga dengan pendidikan nonformal. Peran pendidikan nonformal sama penting dengan pendidikan formal, sebab keduanya dapat saling melengkapi apa yang belum didapatkan dari pendidikan formal. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hidup. Pendidikan nonformal dapat berupa kegiatan kelompok belajar, kursus, pelatihan yang penyelenggaraannya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan. Pendidikan nonformal memiliki kelebihan seperti waktunya yang lebih fleksibel, bahan ajar yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat belajar, dan usia masyarakat tidak dibatasi. Sasaran pendidikan nonformal tidak hanya sekedar hubungan dengan masyarakat miskin dan bodoh, akan tetapi sasaran pendidikan nonformal terus meluas maju sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan lapangan kerja dan budaya masyarakat itu sendiri.

Membangun masyarakat belajar juga bermanfaat bagi masyarakat yang tidak sempat mengikuti pendidikan persekolahan atau pendidikan tambahan liainnya. Meskipun mereka memiliki keahlian tertentu, mereka juga memerlukan belajar terus menerus dan menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan. Pendidikan non formal masyarakat belajar, mampu belajar untuk hidup bersama orang lain terutama dalam membangun rasa kebersamaan dan saling ketergantungan serta kemampuan dalam menganalisis resiko dan menganalisis tantangan masa depan dengan cara cerdas dana damai.

STRATEGI DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT GEMAR BELAJAR
Terciptanya masyarakat belajar membuat masyarakat lebih giat mencari informasi baru yang berkaitan dengan kepentingan hidupnya. Oleh karena hal tersebut, Sudjana( 2000) menyebutkan terdapat lima strategi dasar yang perlu dikembangkan dalam membangun masyarakat gemar belajar.

Baca Juga  Alfath Flemmo, Komposer Musik Gen Z yang Sukses Berkarir di Jakarta. Ikuti Kisahnya!

Pertama, pendekatan kemanusiaan( humanistic approach). Masyarakat dipandang sebagai subjek pembangunan. Dalam hal ini, masyarakat diakui memiliki potensi untuk terus berkembang dan mampu membangun dirinya sendiri. Inovator melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan melakukan dialog dan bertukar pikiran, hal ini diakui dapat menumbuhkan rasa ingin tahu yang mengarah kepada motivasi untuk belajar.

Kedua, pendekatan partisipatif( participatory approach). Inovator melakukan pendekatan pasrtisipatif dengan mengajak masyarakat berpartisipasi langsung dalam segala bentuk kegiatan yang ada. Dengan berpartisipasi, rasa tanggung jawab dan motivasi masyarakat akan terus terbangun untuk terlibat dalam kegiatan belajar yang ada.

Ketiga, pendekatan kolaboratif( Collabotrative approach). Dalam pembangunan masyarkat perlu adanya kerjasama dengan berbagai pihak lain. Inovator melakukan pendekatan kolaboratif dengan cara melibatkan komunitas-komunitas yang ada untuk bekerjasama dalam membangun masyarakat gemar belajar. Inovator juga melibatkan masyarakat secara langsung dalam pelaksanaan setiap program. Pada tahap kolaboratif, inovator juga membangun kolaborasi bersama tokoh masyarakat setempat, dinas pendidikan, dan instansi- instansi terkait.

Keempat, pendekatan berkelanjutan( durability approach). Pembangunan masyarkat dilakukan secara berkesinambungan. Dalam hal ini pembinaan kader dalam masyarakat merupakan hal yang penting. Inovator mencari beberapa orang dari masyarakat yang keberadaannya berpengaruh di sistem sosialnya. Hal ini dimaksudkan untuk membantu proses persuasif terhadap warga tentang inovasi yang disampaikan. Selain itu, dengan adanya pengkaderan ini bertujuan untuk merekrut masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses kegiatan.

Kelima, pendekatan budaya( artistic approach). Adat istiadat yang tumbuh di tengah masyarkat dalam pembangunan masyarakat adalah hal yang perlu diperhatikan.( Sudjana, 2000). Inovator memerhatikan hal apa saja yang menjadi budaya di lingkungannya, menghindari apa yang tidak disukai oleh masyarakat demi melangsungkan kegiatan dengan baik.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *