Judi Online Semakin Mengkhawatirkan Hingga Kalangan Artis Ikut Serta Dalam Mempromosikan

JurnalPost.com – Dalam perkembangan teknologi yang menjamah seluruh negara, baik indonesia maupun seluruh dunia. Negara berkembang dan Negara maju juga memiliki perkembangan dalam transisi teknologinya masing-masing. Kemajuan Iptek memiliki dampak dalam kelangsungan hidup manusia dalam era globalisasi, yang tadinya apa-apa serba konvensional, namun kini semua bisa diakses hanya dalam satu ‘benda’ yang disebut sebagai Smartphone.

Tidak seperti dulu, Handpone hanya dikenal sebagai alat komunikasi saja, baik pesan singkat maupun telfon, seiring berkembangnya dunia digital, alat komunikasi tersebut tidak hanya berfungsi untuk komunikasi saja, tetapi semua yang ingin kita cari, ada disitu. Seperti halnya bila kita ingin berkendara jauh, dan tidak ingin nyasar. Tinggal akses saja aplikasi GoogleMaps untuk memandu perjalanan kita sampai tujuan, dan contoh lain.

Dalam dunia Pendidikan, baik tingkat SD hingga Perguruan Tinggi, sebelum adanya Smartphone, semua tugas yang berkaitan dengan pengetahuan, harus mencari di buku yang begitu tebal. Tetapi setelah adanya Smartphone, hanya tinggal cukup Search di Google. Semua yang kita cari akan muncul dan banyak pilihan referensi, akan tetapi dibalik banyaknya kelebihan positif yang diperoleh dari adanya teknologi. Ada pula sisi negatif yang membuat pengguna smartphone menjadi mengkhawatirkan, sampai seluruh kehidupannya menjadi tidak karuan, baik dari sisi pribadi, pertemanan, hingga keluarga. Seperti apa penyebab negatif itu ? penyebabnya adalah kecanduan “JUDI ONLINE”

Eksistensi Judi Online Semakin Melejit
Jumlah pengguna Judi Online terus bertambah dalam seiring melejitnya eksistensi Judi Online tersebut, tanpa dipungkiri hal negatif ini berhasil membuat para penggunanya menjadi “Candu” dalam melangsungkan permainan yang sering disebut sebagai “Judi Slot” ini. Tak jarang, pengguna yang semakin candu dalam aktivitasnya ini menjadi suatu hal yang lumrah dan dilakukan setiap hari, setiap saat, dan tiada henti-hentinya secara intensif. Banyak sekali khalayak yang belum terpengaruh selalu bertanya-tanya. Seasyik apa sih Judi Slot Itu, mengapa banyak sekali yang terjerat dalam lingkaran hitam itu. Perlu kami ulas bahwasanya banyak sekali faktor-faktor yang mendorong terjadinya seseorang untuk memainkan Judi Online tersebut, seperti halnya lingkungan, pekerjaan, hingga merembet dalam dunia Pendidikan yaitu kalangan pelajar, mahasiswa, hingga tenaga pengajar, yang notabene nya beliau seharusnya bisa menelaah terhadap hal-hal yang positif dan hal yang negative. Tetapi rangsangan kuat dalam permainan ini sukses menghipnotis para pengguna dan calon pengguna lain untuk bergabung atau (Deposit) dalam Judi Slot ini. Apa saja sih dorongan yang membuat orang yang tadinya tidak mengenal hingga menjadi tertarik dan jusru tercebur dalam limbah hitam permainan judi slot tersebut, kami ulas sedikit dibawah ini :

Baca Juga  Desa Pada Eweta NTT Rasakan Sentuhan Air Bersih Lewat Kolaborasi Warga dan Yayasan Solar Chapter

Rendahnya Moralitas
Faktor kesadaran individu yang terlalu ceroboh dalam memilih hal yang dilakukan dalam hidupnya, walaupun sedari awal hanya coba-coba, akan tetapi bila dikaitkan dengan sisi sosiologis. Orang yang memiliki smartphone sudah pasti orang yang bisa berfikir secara rasional dan tidak gegabah dalam menentukan jalan yang dilaluinya dalam arti analogi menggunakan handpone. Sudah pasti bisa menelaah dan membedakan mana yang baik dan tidak baik, moral seseorang berkaitan dengan keyakinan. Dan sudah pasti tahu bahwa aktivitas ini bertentangan dengan moral, hukum. Hanya mementingkan kesenangan pribadinya yang hanya sesaat.

Faktor Lingkungan Yang Mendukung Aktivitas Judi Slot
Keberadaan lingkungan yang menjadi faktor sangat penting dan signifikan terjadi, dikarenakan lingkungan lah yang sering kita jumpai dalam keseharian menjalankan aktivitas, dan pengaruh lingkungan paling berpotensi untuk kita melakukan sesuatu walaupun itu merugikan dan sadar bahwa hal tersebut bertentangan dalam segala aspek. Dalam arti kaitan lingkungan disini bisa seperti lingkungan rekan satu kerjaan, lingkungan pertemanan, lingkungan perkumpulan, dan lebih parahnya lagi lingkungan anak sekolahan. Tidak dipungkiri, Judi Online ini sudah merambat ke kalangan pelajar sekolah yang notabene uang saku masih dari orang tua tetapi malah terjerumus dalam Lembah Hitam.

Keikutsertaan Kalangan Artis Dalam Mempromosikan Judi Online
Hadirnya peran artis yang muncul dalam dunia hitam dan justru perannya sebagai mengajak para pengguna sosial media untuk menggunakan atau memainkan Permainan ini dalam system (Promosi Link Gacor), dan berisi testimoni pengguna yang berhasil selalu menang dalam menggunakan Link permainan yang dipromosikannya tersebut, hal ini sungguh sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, seorang artis yang dikenal dalam Masyarakat sebagai public figure malah menyimpang dalam aktivitasnya yang sangat tidak elok untuk dilakukan, akan tetapi apabila kejadian seperti ini terus dibiarkan oleh apparat yang berwenang, maka para artis atau influencer akan selalu bebas dalam bereksplorasi dan mengeksploitasi bisnis jahatnya tersebut yang betul-betul sangat merusak generasi penerus bangsa.

Akibat Yang Ditimbulkan Dari Kecanduan Judi Online
Dampak nyata akibat dari kecanduan yang dilakukan para penjudi online bukan hanya pengguna, akan tetapi seluruh orang disekitarnya seperti keluarga, teman, orang tua, hingga kerabat. Bagaimana tidak, dalam lingkungan pertemanan. Para pecandu judi ini pasti selalu kehabisan uang karena deposit gagal atau kalah, dan tidak ada uang saku lagi, akhirnya meminjam kepada temannya secara intensif, yang lebih parahnya lagi, barang-barang berharga dijaminkan/dijual demi bisa memainkan Judi Online tersebut yang secara sadar bahwa peluang kalah akan selalu menghantui disbanding peluang menang,.hingga pada akhirnya tidak memiliki asset apa-apa dan hutang pun membengkak dimana-mana.

Baca Juga  Pengaruh Ergonomi terhadap Produktivitas dan Efektivitas Kerja Pegawai

Tidak hanya dalam lingkungan pertemanan, yang lebih memprihatinkan lagi, banyak kasus perkara perceraian yang didominasi karena suami kecanduan Judi Online dan menjadi persoalan ekonomi hingga akhirnya terjadinya pertengkaran rumah tangga, contoh kasus di Pengadilan Agama (PA) Pringsewu, mencatat sebanyak 718 perkara perceraian yang telah disidangkan maupun akan menjalani proses persidangan, rinciannya cerai gugat sebanyak 577 perkara, cerai talak 141 perkara, dan permohonan 66 perkara. Angka tersebut akumulasi dari Januari hingga akhir September 2023.

Ancaman Pidana bagi Pemain Judi Online dan Influencer Artis ikut serta Mempromosikan Peraturan yang mengatur Tindak Pidana Perjudian, telah diatur dalam Pasal 303 bis Ayat (1) KUHP, dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya empat tahun atau denda setingggi-tingginya sepuluh juta rupiah.

Sedangkan dalam substansi Perjudian Online diatur dalam Pasal 27 Ayat (2) UU ITE No. 11 Tahun 2008, yang memuat larangan perbuatan yang bermuatan perjudian, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/denda paling banyak satu miliar rupiah. Dalam pasal ini, para artis atau selebgram bisa dikenakan Undang-Undang ini, dan terjerat juga dengan Penyertaan Pidana Pasal 55 KUHP Ayat (1) dan (2)

Keberadaan Undang-Undang yang menyangkut tentang “Judi Biasa” dan “Judi Online” telah mengikat seluruh Masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, akan tetapi masih banyak kurang sadarnya akan perbuatan hukum yang menimbulkan akibat negatif membuat seseorang semakin terjebak dalam labirin yang tiada henti-hentinya membawa semakin dalam kesesatan. Begitulah para pengguna “Judi Online”, seakan ia lupa terhadap dirinya tersendiri, mengabaikam kewajibannya yang seharusnya dilaksanakan. Hidup menjadi tidak terstruktur.

Pentingnya kesadaran dan berfikir dari dampak yang terjadi, karena sudah banyak sekali peristiwa nyata bahwa tidak ada satupun pecandu judi online yang baik-baik saja dalam sisi ekonomi, ketenangan, dan keuangan pokok. Semua habis dihisap oleh lintah yang begitu mematikan yaitu “Judi Online”, mari kita mengkampanyekan dimulai dari diri sendiri untuk tidak ingin tahu dan penasaran terhadap aktivitas negatif itu, karena apabila rasa penasaran itu timbul. Maka keterpurukan sudah diambang pintu. Marilah berfikir secara rasional dan perbanyak aktivitas positif, seperti membaca buku, karena dengan membaca buku kita telah berkontribusi terhadap mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengembangan diri dalam Memperkaya Literasi.

Oleh : M. Rezi Syahrizaz
Mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Pamulang

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *