Indonesia Butuh Meningkatkan Awareness terhadap Kekerasan dan Pelecehan Seksual

Ilustrasi from BeritaSatu.com

JurnalPost.com – Sejumlah media telah meluncurkan beberapa artikel berita mengenai kekerasan dan pelecehan seksual dari tahun ke tahun hingga di tahun 2024 ini. Di mana saat ini telah banyak kasus tentang pelecehan seksual di ranah anak remaja, bahkan anak TK saja sudah dapat melakukan perbuatan yang tidak senonoh tersebut kepada teman sebayanya sendiri. Kasus snsk TK tersebut juga ramai dibicarakan dan dirilis di artikel berita pada tanggal 17 Januari 2024 sindonews.com dengan judul ‘Miris, Anak TK di Pekanbaru Dicabuli Teman Sekolah’.
Hal ini dinilai bahwa Indonesia sangat rawan dan minimnya pengetahuan tentang kekerasan dan pendidikan seksual karena beberapa orang masih beranggapan bahwa seks merupakan hal yang masih tabu untuk dibicarakan di negara ini padahal dengan adanya pemahaman tentang kekerasan dan pendidikan seksual sejak dini dapat dinilai bahwasanya kasus pelecehan seksual dapat berkurang sedikit demi sedikit. Tidak hanya menganggap pelecehan seksual sebagai hal yang tabu, Masyarakat Indonesia juga menganggap bahwa kekerasan seksual yang terjadi terhadap wanita dan laki-laki merupakan hal yang wajar untuk para korban tersebut dapatkan.

Pola pikir masyarakat Indonesia dinilai sangat kacau karena bagaimana mereka selalu menyalahkan para korban yang mentalnya sudah hancur karena tindakan biadab para pelaku. Bahkan saat ini jika ingin melaporkan mengenai masalah kekerasan dan pelecehan seksual ke kantor polisi, para pelapor ini bisa diejek oleh para anggota kepolisian karena menurut mereka kasus tersebut merupakan hal yang enteng dan biasa sehingga laporan mereka jarang diusut dengan tuntas. Perlu diketahui bahwa tidak semua pihak kepolisian seperti itu dan hanya oknum saja yang merperlakukan korban kekerasan dan pelecehan seksual seperti sampah.

Baca Juga  Keluarga Temukan Bekas Luka Berat di Jenazah Siswa SPN Polda Lampung

Dari data yang tersaji di website Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak bahwa dari tanggal 1 Januari 2024 hingga saat ini telah terjadi sejumlah 4.312 kasus kekerasan dan pelecehan seksual dan angka tersebut akan terus berjalan seiring dengan berjalannya waktu. Perlu diingat bahwa kekerasan dan pelecehan seksual tidak hanya terjadi kepada perempuan saja, tetapi laki-laki juga ikut terpapar hal tersebut, maka dari itu Indonesia juga perlu menekankan bahwa bukan hanya perempuan saja yang perlu untuk mendapatkan perlindungan, tetapi laki-laki juga perlu mendapatkan perlindungan jika saja hal tersebut terjadi kepada mereka.

Di Indonesia sendiri untuk mendapatkan keadilan bagi korban kekerasan dan pelecehan sangat sulit apalagi jika pelakunya merupakan orang berstatus tinggi di mana kita juga tahu bahwa di Indonesia hukumnya sangat kacau. Contoh kasusnya yang masih hangat saat ini adalah “Kasus dugaan pelecehan seksual di Universitas Pancasila, korban: ‘Tidak apa-apa saya buka aib, asal mendapatkan keadilan’ yang diberitakan oleh BBC Indonesia pada tanggal 27 Februari 2024 di mana dapat dilihat dari kasus ini pelakunya merupakan pejabat tinggi di kampus tersebut sehingga para korban awalnya sangat kesulitan untuk menyuarakan kejadian yang mereka alami. Akan tetapi karena kasusnya meluap akhirnya kasus ini banyak menarik perhatian dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pelaku pelecehan dapat didalangi oleh siapa saja entah itu dari kalangan menengah ke bawah ataupun mengeah ke atas, maka dari itu, Indonesia sangat perlu untuk menguatkan hukumnya agar pelaku kekerasan dan pelecehan seksual dapat dihukum dengan adil dan tidak melihat dari jabatan mereka untuk menetukan hukuman yang akan mereka terima atas kesalahannya. Selain membenarkan fungsi hukum pelecehan seksual, Indonesia juga perlu untuk memberikan sosial, Indonesia juga perlu untuk memberikan sosialiasi mengenai kekerasan dan pelecehan seksual terhadap seluruh masyarakatnya entah dari anak yang masih TK hingga yang sudah dewasa ataupun tua sekalipun. Hal ini dikarenakan para pelaku kekerasan dan pelecehan seksual tidak memandang umur untuk menjadi pelaku dari hal menjijikkan tersebut. Pemerintah perlu lebih mendengarkan apa kata perempuan-perempuan di negara ini karena mereka juga menginginkan tempat yang nyaman dan aman hanya untuk sekedar jalan-jalan, tidak hanya untuk perempuan, tetapi juga para laki-laki.

Baca Juga  Nasabah KB Bukopin Borong Tiket Konser SMTOWN LIVE 2023 saat Presale

Diharapkan bahwa pemerintah Indonesia dapat selalu mengantisipasi kasus-kasus tentang kekerasan dan pelecehan seksual dari segala umur dan jabatan para pelaku dan juga korban. Peraturan akan hukuman bagi para pelaku kekerasan dan pelecehan juga diharapkan dapat semakin diperketat agar para pelaku tidak dapat dengan mudah untuk dibebaskan karena para korban yang juga ingin hidup dengan damai dan adil karena akibat dari perlakuan tidak senonoh tersebut membuat mental para korban terguncang dan dapat membuat para korban melakukan hal yang tidak diinginkan, juga dikucilkan oleh masyarakat.

Oleh: Amanda Felicia

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *